Perpisahan
Perpisahan. Satu kata yang kubenci tetapi gak bisa kuhindari. Betapa banyak perpisahan yang aku lalui selama hidup, dan betapa banyak juga air mata yang tumpah karenanya. Saat menulis ini, hatiku masih menangisi seseorang yang baru aja keluar dari rumah. Mba Mala namanya. Beliau membantu keluargaku selama 3 bulan terakhir dalam pekerjaan rumah. Setelah belasan tahun keluargaku tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga, akhirnya kami memutuskan untuk merekrut mba Mala, karena aku dan Ibu merasa agak kewalahan untuk menyeimbangkan pekerjaan rumah dan pekerjaan kami masing-masing. Dalam hal pekerjaan rumah, mba Mala orang yang sangat apik, hampir semua sudut di rumahku dibersihkannya dengan telaten, kadang aku dan Ibu sampai bilang agar dia tidak terlalu memforsir pekerjaannya. Aku suka saat dia merapikan tempat tidurku, menata tatanan meja kecil di kamar, merapikan kabel-kabel charger, yang kadang suka aku lewatkan kalau dinas pagi. Ketika pulang kerja, hati jadi ten...