Keluarga
Sedari kecil, aku selalu dihadapkan dengan berbagai realita kehidupan yang membuka cara pandangku tentang keluarga. Contoh nyatanya, beberapa tahun di awal kehidupan, aku lebih dekat dengan Mba yang merawatku dibanding dengan orang tua sendiri, no one's to blame, aku senang dan malah menganggap Mba sebagai ibu kedua. Kemudian, rumahku juga sudah biasa menjadi tempat tinggal keluarga yang merantau dari Padang -kampung halaman Ibu-. Waktu itu, aku merasa bahwa aku punya banyak keluarga dan dapat banyak cinta. Kelak ketika dewasa nanti, aku tidak akan kesepian. Sampai suatu waktu, mereka pergi satu persatu, sebagian besar karena sudah memiliki keluarga baru, dan perlahan kami jarang bertemu, bahkan ada yang benar-benar tidak bisa dicari kontaknya. Padahal, mengingat kebersamaan kami dulu, rasanya sesak sekali. Tapi lagi-lagi, no one's to blame. Aku hanya keliru tentang konsep yang sedari kecil memupuk di otakku. Sekarang aku sadar bahwa beberapa kebersamaan itu memang tidak ab...