Dialog Jatuh Cinta
Di bawah temaram lampu kedai nasi bebek langganan kita, aku melihat ponsel sembari bersungut-sungut, kemudian menonaktifkannya. "Aku kayaknya nggak mau lagi deh." ucapku. "Nggak mau lagi apa? Makan di sini?" jawabmu datar. "Bukan, aku nggak mau lagi ada di hubungan platonis yang dipaksakan." jawabku lirih sambil menyeruput air jeruk hangat yang kala itu entah kenapa tidak seperti biasanya, hambar. "Maksud kamu?" tanyamu lagi, kali ini dengan nada sedikit penasaran. "Mulai sekarang aku mau lebih jujur pada diriku sendiri. Jalani apa yang membuatku bahagia, dan jauhi apa yang membebaniku." "Memang, apa yang sebenarnya membuatmu bahagia?" kau mulai lagi dengan kebiasaanmu menginterogasi. "Aku mau jatuh cinta dengan sederhana, yang dari awal tidak dipaksakan, seperti Celine dan Jesse di Before Trilogy, dua orang asing yang dipertemukan secara tidak sengaja, kemudian bertukar pikiran dan siapa sangk...