Rindu
Suatu ketika aku melihat salah satu campaign brand besar terkait pandemi yang mengubah hidup kita. Dikisahkan bahwa begitu banyak kesedihan dan kehilangan yang kita rasakan selama 2 tahun ini. Seketika air mataku mulai mengambang. Sudah hampir setahun ini orang tuaku, tidak hanya satu, dua-duanya, telah berpulang ke Yang Maha Kuasa akibat pandemi. Hidupku setelahnya hanya berupa kekosongan yang selalu kucoba untuk dipenuhi lagi namun selalu gagal. Kalau bukan karena Allah yang menguatkan, aku hanyalah manusia rapuh yang habiskan sisa hidup meratapi nasibnya tanpa kasih sayang orang tua. Ma, Pak, aku rindu menjadi satu-satunya anak perempuan yang dicinta. Dimasakkan makanan kesukaannya, dibuatkan pakaian yang indah, dipeluk ketika sedih. Aku ingat betapa Mama dan Bapak selalu mengkhawatirkanku, bagaimana jika aku terluka, bagaimana jika aku disakiti, bagaimana jika aku merasa tidak nyaman, dan banyak hal lainnya seolah aku adalah mutiara yang harus selalu kalian lindungi. Hidup tanpa ka...