"Some things are inedible, they can't even be seen or touched but strangely they have expiration dates."

Kalimat itu yang tebersit di otakku ketika ada orang yang mengatakan bahwa "they fall out of love" terhadap pasangannya. Ternyata, beberapa perasaan memang memiliki tanggal kadaluarsa ya. Perasaan yang dulu membuncah sangat besar sekali, bertahun dirasa, bisa berkurang drastis dalam hitungan bulan, bahkan hari, apalagi kalau ada variabel lain yang masuk ke dalam hubungan, contohnya? Orang ketiga.

Aku pernah membaca bahwa motivasi orang itu berbeda, ketika dua orang bersatu, tidak jarang hanya satu pihak yang bahagia seutuhnya, sedangkan yang lain, hanya bahagia pada saat-saat tertentu. Lalu, bagaimana bila suatu saat ternyata pasangan kita memiliki motivasi berbeda dengan kita? Bicarakan. Hubungan itu terdiri dari dua orang, dua hati, dua perasaan, dua pikiran dan dua logika.

Perasaan selalu bisa diubah, kalau yang merasakan memang memiliki tanggung jawab. Contoh klisenya, ibuku pernah cerita, kalau di kehidupan pernikahan, pasti ada yang namanya jenuh, masa iya, tiap kali jenuh, ibuku cari suami lain? No, it's not about changing, it's about fixing. Mau dengan siapapun menjalin hubungan, pasti selalu ada yang namanya jenuh, atau merasa fall out of love. Tetapi balik lagi ke yang aku bilang tadi, kalau sudah memilih seseorang dengan tanggung jawab, kita seharusnya tidak seenaknya langsung meninggalkan hanya didasarkan 'jenuh'.

Sampai kapan mau jadi orang egois yang hanya memikirkan perasaan sendiri? Dunia sudah cukup rumit dan kamu seharusnya tidak usah menambah kerumitannya.

Comments

Popular posts from this blog

Temporary Part I

Grief

Rindu